‹
AN 7.49

Dutiyasaññāsutta

Sutta tentang Persepsi (Kedua)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 7.49

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana cara kita memandang dunia dan diri sendiri. Mari kita simak bagaimana Buddha merinci tujuh persepsi yang dapat mengubah cara pandang tersebut, dan bagaimana kita bisa menilai apakah latihan kita sudah berjalan dengan benar.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sutta ini membahas tujuh persepsi (saññā) yang jika dikembangkan dan dilatih akan membuahkan hasil besar dan berpuncak pada tanpa-kematian (amata). Buddha menguraikan masing-masing persepsi secara terperinci, menjelaskan manfaat spesifiknya dalam melepaskan kemelekatan, serta memberikan cara bagi para bhikkhu untuk mengevaluasi kemajuan latihan mereka sendiri.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an7.49:1.1

“Sattimā, bhikkhave, saññā bhāvitā bahulīkatā mahapphalā honti mahānisaṁsā amatogadhā amatapariyosānā.

“Para bhikkhu, tujuh persepsi ini, ketika dikembangkan dan dilatih, menghasilkan buah yang besar dan manfaat yang besar. Semuanya berakar pada tanpa-kematian dan berpuncak pada tanpa-kematian.

“Mendicants, these seven perceptions, when developed and cultivated, are very fruitful and beneficial. They have freedom from death as their objective and culmination.

an7.49:1.2

Katamā satta?

Apakah tujuh itu?

What seven?

an7.49:1.3

Asubhasaññā, maraṇasaññā, āhāre paṭikūlasaññā, sabbaloke anabhiratasaññā, aniccasaññā, anicce dukkhasaññā, dukkhe anattasaññā.

Persepsi tentang ketidak-menarikan, persepsi tentang kematian, persepsi tentang kejijikan pada makanan, persepsi tentang ketidak-senangan pada seluruh dunia, persepsi tentang ketidak-kekalan, persepsi tentang penderitaan dalam ketidak-kekalan, dan persepsi tentang tanpa-diri dalam penderitaan.

The perceptions of ugliness, death, repulsiveness of food, dissatisfaction with the whole world, impermanence, suffering in impermanence, and not-self in suffering.

an7.49:1.4

Imā kho, bhikkhave, satta saññā bhāvitā bahulīkatā mahapphalā honti mahānisaṁsā amatogadhā amatapariyosānāti.

Ketujuh persepsi ini, para bhikkhu, ketika dikembangkan dan dilatih, menghasilkan buah yang besar dan manfaat yang besar. Semuanya berakar pada tanpa-kematian dan berpuncak pada tanpa-kematian.”

These seven perceptions, when developed and cultivated, are very fruitful and beneficial. They have freedom from death as their objective and culmination.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.