an7.49:5.1 Para bhikkhu, jika ketika seorang bhikkhu berdiam dengan pikiran yang sering diperkuat oleh persepsi tentang kematian, pikirannya masih bersandar pada keinginan untuk hidup dan tidak timbul rasa jijik;
an7.49:5.2 maka, para bhikkhu, bhikkhu itu harus mengetahui: ‘Persepsi tentang kematian belum kukembangkan, tidak ada bagiku kemajuan dari sebelumnya, dan kekuatan pengembangan belum kucapai.’
an7.49:5.3 Dengan demikian ia menjadi waspada dalam hal itu.
an7.49:5.4 Tetapi, para bhikkhu, jika ketika seorang bhikkhu berdiam dengan pikiran yang sering diperkuat oleh persepsi tentang kematian, pikirannya menarik diri, mengerut, dan berpaling dari keinginan untuk hidup; pikiran itu tidak menyebar, dan keseimbangan batin atau rasa jijik terhadap keinginan itu menjadi kokoh;
an7.49:5.5 maka, para bhikkhu, bhikkhu itu harus mengetahui: ‘Persepsi tentang kematian telah kukembangkan dengan baik, ada bagiku kemajuan dari sebelumnya, dan kekuatan pengembangan telah kucapai.’
an7.49:5.6 Dengan demikian ia menjadi waspada dalam hal itu.
an7.49:5.7 ‘Para bhikkhu, persepsi tentang kematian yang dikembangkan dan dilatih secara berulang-ulang akan membuahkan hasil yang besar dan manfaat yang besar, berujung pada tanpa-kematian, dan berakhir pada tanpa-kematian,’
an7.49:5.8 demikianlah apa yang dikatakan, dan atas dasar inilah hal itu dikatakan.
