‹
AN 7.47

Dutiyaaggisutta

Api (Ke-2)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 7.47

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan ulang makna 'pengorbanan' dan 'api' dalam tradisi. Mari kita simak bagaimana Buddha mengubah perspektif brahmana dari ritual lahiriah menuju tanggung jawab batin dan sosial.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Brahmana Uggatasarīra mendatangi Buddha untuk membenarkan rencana pengorbanan besarnya. Buddha mengajarkan bahwa sebelum api pengorbanan dinyalakan, seseorang telah menegakkan tiga 'pisau' tidak terampil—pikiran, ucapan, dan tindakan—yang justru membawa penderitaan. Buddha kemudian mengalihkan makna 'api' dari ritual fisik menjadi tiga api batin yang harus dipadamkan (nafsu, kebencian, delusi) dan tiga api yang harus dirawat: orang tua, keluarga, dan para petapa. Brahmana itu akhirnya melepaskan semua hewan kurban dan berlindung kepada Buddha.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an7.47:11.1 Kasmā cāyaṁ, brāhmaṇa, mohaggi pahātabbo parivajjetabbo, na sevitabbo?

an7.47:11.2 Mūḷho kho, brāhmaṇa, mohena abhibhūto pariyādinnacitto kāyena duccaritaṁ carati, vācāya duccaritaṁ carati, manasā duccaritaṁ carati.

an7.47:11.3 So kāyena duccaritaṁ caritvā, vācāya duccaritaṁ caritvā, manasā duccaritaṁ caritvā kāyassa bhedā paraṁ maraṇā apāyaṁ duggatiṁ vinipātaṁ nirayaṁ upapajjati.

an7.47:11.4 Tasmāyaṁ mohaggi pahātabbo parivajjetabbo, na sevitabbo.

an7.47:11.5 Ime kho tayo, brāhmaṇa, aggī pahātabbā parivajjetabbā, na sevitabbā.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.