“Sattimā, bhikkhave, viññāṇaṭṭhitiyo.
“Para bhikkhu, ada tujuh kedudukan kesadaran ini.
“Mendicants, there are these seven planes of consciousness.
Kedudukan Kesadaran
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajak kita untuk melihat betapa beragamnya kondisi kesadaran yang mungkin dialami oleh makhluk-makhluk, dari yang paling kasar hingga yang paling halus. Mari kita simak dengan tenang bagaimana beliau menyusun peta kesadaran ini, yang juga menjadi cermin bagi pemahaman kita tentang alam-alam kehidupan dan potensi batin.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu tentang tujuh 'kedudukan kesadaran' (viññāṇaṭṭhiti), yaitu tujuh tingkatan atau kondisi alam tempat kesadaran makhluk dapat berdiam. Dimulai dari makhluk dengan tubuh dan persepsi beragam seperti manusia, hingga tingkatan-tingkatan surgawi dan alam-alam meditasi tanpa bentuk, sutta ini memetakan spektrum pengalaman kesadaran menurut kosmologi Buddhis.
“Sattimā, bhikkhave, viññāṇaṭṭhitiyo.
“Para bhikkhu, ada tujuh kedudukan kesadaran ini.
“Mendicants, there are these seven planes of consciousness.
Katamā satta?
Apakah tujuh itu?
What seven?
Santi, bhikkhave, sattā nānattakāyā nānattasaññino, seyyathāpi manussā, ekacce ca devā, ekacce ca vinipātikā.
Ada, para bhikkhu, makhluk-makhluk yang berbeda tubuh dan berbeda persepsi, seperti manusia, sebagian dewa, dan sebagian makhluk di alam rendah.
There are sentient beings that are diverse in body and diverse in perception, such as human beings, some gods, and some beings in the underworld.
Ayaṁ paṭhamā viññāṇaṭṭhiti.
Ini adalah kedudukan kesadaran pertama.
This is the first plane of consciousness.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.