Yamhi etāni ṭhānāni,
Orang yang di dalamnya
The individual in whom
Sahabat (Ke Dua)
Sutta ini mengajak kita merenungkan kualitas apa yang kita cari dalam persahabatan, terutama dalam konteks kehidupan spiritual. Mari kita simak dengan hati terbuka, karena pesannya relevan tidak hanya bagi para bhikkhu, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin membangun hubungan yang saling mendukung dalam kebaikan.
Buddha menjelaskan tujuh kualitas yang membuat seorang bhikkhu layak dijadikan sahabat, ditemani, dan dihormati, bahkan jika ia mengusir kita. Kualitas-kualitas itu mencakup sifat disukai, dihormati, mampu menasihati dan menerima nasihat, berbicara tentang hal mendalam, serta tidak mendorong pada hal buruk. Sutta ditutup dengan syair yang menegaskan pentingnya bergaul dengan sahabat semacam itu.
Yamhi etāni ṭhānāni,
Orang yang di dalamnya
The individual in whom
saṁvijjantīdha puggale;
terdapat hal-hal ini adalah sahabatmu.
these things are found is your friend.
So mitto mittakāmena,
Jika engkau ingin memiliki sahabat,
If you want to have a friend,
atthakāmānukampato;
yang baik hati dan penuh kasih sayang,
benevolent and sympathetic,
Api nāsiyamānena,
maka bahkan jika ia mengusirmu,
then even if they chase you away,
bhajitabbo tathāvidho”ti.
engkau harus tetap bergaul dengan orang seperti itu.”
you should keep company with that sort.”
Chaṭṭhaṁ.
Ke Enam.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.