Sattime, bhikkhave, dhammā sekhassa bhikkhuno aparihānāya saṁvattanti.
Para bhikkhu, tujuh hal ini tidak menuntun pada kemunduran seorang bhikkhu yang masih berlatih.
These seven things don’t lead to the decline of a mendicant trainee.
Sutta tentang Tidak Mundurnya Seorang Bhikkhu yang Masih Berlatih
Sutta ini memberikan gambaran praktis tentang bagaimana seorang bhikkhu yang masih dalam tahap latihan dapat menjaga kemajuan spiritualnya. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang hal-hal yang harus dihindari dan dikembangkan.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu tentang tujuh hal yang menyebabkan kemunduran seorang bhikkhu yang masih berlatih (sekkha), yaitu kegemaran pada pekerjaan, pembicaraan, tidur, pergaulan, tidak menjaga indria, makan tidak terkendali, dan terlibat dalam urusan Saṅgha tanpa merenungkan bahwa para senior yang akan menanganinya. Kemudian beliau membaliknya dengan tujuh hal yang mencegah kemunduran, yang merupakan kebalikan dari hal-hal tersebut.
Sattime, bhikkhave, dhammā sekhassa bhikkhuno aparihānāya saṁvattanti.
Para bhikkhu, tujuh hal ini tidak menuntun pada kemunduran seorang bhikkhu yang masih berlatih.
These seven things don’t lead to the decline of a mendicant trainee.
Katame satta?
Apakah tujuh hal itu?
What seven?
Na kammārāmatā, na bhassārāmatā, na niddārāmatā, na saṅgaṇikārāmatā, indriyesu guttadvāratā, bhojane mattaññutā, santi kho pana saṅghe saṅghakaraṇīyāni; tatra sekho bhikkhu iti paṭisañcikkhati:
Tidak menyukai pekerjaan, tidak menyukai pembicaraan, tidak menyukai tidur, tidak menyukai pergaulan, menjaga pintu-pintu indria, dan mengetahui ukuran dalam makan. Dan ketika ada urusan Saṅgha yang perlu diselesaikan, seorang bhikkhu yang masih berlatih merenungkan:
They don’t relish work, talk, sleep, and company. They guard the sense doors and don’t eat too much. And when there is Saṅgha business to be carried out, they reflect:
‘santi kho pana saṅghe therā rattaññū cirapabbajitā bhāravāhino, te tena paññāyissantī’ti attanā na tesu yogaṁ āpajjati.
‘Ada para bhikkhu senior dalam Saṅgha yang telah lama menjadi bhikkhu, lama meninggalkan keduniawian, dan memikul tanggung jawab. Mereka akan dikenal karena mengurus hal ini.’ Maka ia tidak terlibat dalam urusan itu.
‘There are senior mendicants in the Saṅgha of long standing, long gone forth, responsible. They’ll be known for taking care of this.’ So they don’t get involved in that.
Ime kho, bhikkhave, satta dhammā sekhassa bhikkhuno aparihānāya saṁvattantī”ti.
Para bhikkhu, tujuh hal ini tidak menuntun pada kemunduran seorang bhikkhu yang masih berlatih.”
These seven things don’t lead to the decline of a mendicant trainee.”
Aṭṭhamaṁ.
Kedelapan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.