an7.26:3.1 Yāvakīvañca, bhikkhave, ime satta aparihāniyā dhammā bhikkhūsu ṭhassanti, imesu ca sattasu aparihāniyesu dhammesu bhikkhū sandississanti; vuddhiyeva, bhikkhave, bhikkhūnaṁ pāṭikaṅkhā, no parihānī”ti.
an7.26:3.2 Chaṭṭhaṁ.
Sutta Faktor Pencerahan
Sutta ini menawarkan daftar praktik yang jelas dan mudah diingat. Saat membacanya, perhatikan bagaimana setiap faktor pencerahan saling mendukung, dan renungkan bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan tujuh faktor pencerahan (sambojjhaṅga) sebagai prinsip-prinsip yang mencegah kemunduran bagi para bhikkhu. Beliau menegaskan bahwa selama para bhikkhu mengembangkan faktor-faktor ini—perhatian, penyelidikan fenomena, energi, sukacita, ketenangan, konsentrasi, dan keseimbangan—mereka dapat mengharapkan kemajuan, bukan kemunduran. Sutta ini menekankan pentingnya praktik berkelanjutan dalam kehidupan spiritual.
an7.26:3.1 Yāvakīvañca, bhikkhave, ime satta aparihāniyā dhammā bhikkhūsu ṭhassanti, imesu ca sattasu aparihāniyesu dhammesu bhikkhū sandississanti; vuddhiyeva, bhikkhave, bhikkhūnaṁ pāṭikaṅkhā, no parihānī”ti.
an7.26:3.2 Chaṭṭhaṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.