Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 7.22
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini menyajikan sebuah dialog diplomatik yang sarat makna. Perhatikan bagaimana Buddha menjawab pertanyaan politik dengan ajaran tentang tata kelola yang baik, yang relevan tidak hanya untuk kerajaan kuno, tetapi juga untuk kehidupan berkomunitas hingga saat ini.
Raja Ajātasattu dari Magadha mengirim menterinya, Vassakāra, untuk menanyakan kepada Buddha apakah ia dapat menaklukkan suku Vajji. Buddha menjawab dengan mengajarkan tujuh prinsip yang mencegah kemunduran (aparihāniya dhammā) yang telah diajarkan-Nya kepada Vajji. Vassakāra mengakui bahwa selama Vajji menjalankan prinsip-prinsip ini, mereka tidak akan bisa dikalahkan dalam perang, kecuali melalui tipu muslihat atau perpecahan.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Kinti te, ānanda, sutaṁ: ‘vajjī yā tā kulitthiyo kulakumāriyo tā na okassa pasayha vāsentī’”ti?
"Ānanda, pernahkah engkau mendengar bahwa para Vajji tidak menculik paksa para wanita dan gadis dari keluarga-keluarga dan memaksa mereka tinggal bersama?"
Ānanda, have you heard that the Vajjis don’t forcibly abduct the women or girls of the clans and make them live with them?”
“Yāvakīvañca, ānanda, vajjī yā tā kulitthiyo kulakumāriyo tā na okassa pasayha vāsessanti; vuddhiyeva, ānanda, vajjīnaṁ pāṭikaṅkhā, no parihāni.
"Selama para Vajji tidak menculik paksa para wanita dan gadis dari keluarga-keluarga dan memaksa mereka tinggal bersama, Ānanda, maka yang dapat diharapkan bagi para Vajji adalah kemajuan, bukan kemunduran."
“As long as the Vajjis don’t forcibly abduct the women or girls of the clans and make them live with them, they can expect growth, not decline.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.