Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 6.98
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana cara kita memandang segala sesuatu yang terbentuk dan berubah. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang pentingnya memahami ketidak-kekalan sebagai langkah awal dalam perjalanan spiritual.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa mustahil bagi seorang bhikkhu yang masih menganggap segala bentukan (saṅkhāra) sebagai kekal untuk memiliki penerimaan yang sesuai dengan ajaran, memasuki jalan yang benar, atau merealisasi buah kesucian. Sebaliknya, jika ia memandang segala bentukan sebagai tidak kekal, maka hal-hal tersebut menjadi mungkin. Sutta ini menegaskan pentingnya persepsi ketidak-kekalan sebagai fondasi awal menuju pencerahan.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
“Para bhikkhu, sungguh mungkin bagi seorang bhikkhu yang memandang segala bentukan sebagai tidak kekal untuk memiliki penerimaan yang sesuai dengan ajaran.
It’s quite possible for a mendicant who regards all conditions as impermanent to accept views that conform with the teaching.
‘Setelah memasuki jalan yang benar, ia akan merealisasi buah kesucian pemasuk-arus, yang-kembali-sekali, yang-tidak-kembali, atau kesempurnaan’—ini mungkin terjadi.”
Having stepped into the sure path, it’s possible to realize the fruit of stream-entry, once-return, non-return, or perfection.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.