‹
AN 6.87

Voropitasutta

Sutta tentang Pembunuh

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 6.87

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan betapa beratnya hambatan spiritual yang disebabkan oleh perbuatan-perbuatan tertentu, serta pentingnya kebijaksanaan dalam perjalanan Dhamma.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan enam kualitas yang membuat seseorang tidak mampu memasuki jalan kepastian dalam hal-hal bermanfaat, bahkan ketika mendengarkan Dhamma sejati. Kualitas-kualitas tersebut adalah tindakan berat seperti membunuh ibu, ayah, atau seorang Arahant, melukai Tathāgata dengan pikiran jahat, memecah belah Saṅgha, serta menjadi bodoh dan tumpul. Sebaliknya, enam kualitas yang berlawanan membuat seseorang mampu memasuki jalan kepastian.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an6.87:2.1

Chahi, bhikkhave, dhammehi samannāgato suṇanto saddhammaṁ bhabbo niyāmaṁ okkamituṁ kusalesu dhammesu sammattaṁ.

Para bhikkhu, seseorang yang memiliki enam kualitas, ketika mendengarkan Dhamma sejati, mampu memasuki jalan kepastian menuju kebenaran dalam hal-hal yang bermanfaat.

Someone with six qualities is able to step into the sure path with regard to skillful qualities when listening to the true teaching.

an6.87:2.2

Katamehi chahi?

Apakah enam itu?

What six?

an6.87:2.3

Na mātā jīvitā voropitā hoti, na pitā jīvitā voropito hoti, na arahaṁ jīvitā voropito hoti, na tathāgatassa duṭṭhena cittena lohitaṁ uppāditaṁ hoti, na saṅgho bhinno hoti, paññavā hoti ajaḷo aneḷamūgo.

Ia tidak membunuh ibunya, tidak membunuh ayahnya, tidak membunuh seorang Arahant, tidak dengan pikiran jahat melukai Tathāgata hingga mengeluarkan darah, tidak memecah belah Saṅgha, dan ia bijaksana, cerdas, dan tidak dungu.

They don’t murder their mother or father or a perfected one. They don’t maliciously shed the blood of a Realized One. They don’t cause a schism in the Saṅgha. They’re wise, bright, and clever.

an6.87:2.4

Imehi kho, bhikkhave, chahi dhammehi samannāgato suṇanto saddhammaṁ bhabbo niyāmaṁ okkamituṁ kusalesu dhammesu sammattan”ti.

Para bhikkhu, seseorang yang memiliki enam kualitas ini, ketika mendengarkan Dhamma sejati, mampu memasuki jalan kepastian menuju kebenaran dalam hal-hal yang bermanfaat.”

Someone with these six qualities is able to step into the sure path with regard to skillful qualities when listening to the true teaching.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.