an6.6:2.1 Evamevaṁ kho, bhikkhave, chahi dhammehi samannāgato bhikkhu āhuneyyo …pe… anuttaraṁ puññakkhettaṁ lokassa.
Kuda Murni (2)
Sutta ini menggunakan perumpamaan yang sederhana namun dalam. Saat membaca, perhatikan bagaimana ketahanan terhadap rangsangan indra menjadi kunci utama, baik bagi kuda maupun bagi bhikkhu, dan renungkan bagaimana hal ini berlaku dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menyampaikan perumpamaan tentang seekor kuda jantan murni milik raja yang memiliki enam faktor, yaitu tahan terhadap bentuk, suara, bau, rasa, sentuhan, dan memiliki kekuatan. Demikian pula, seorang bhikkhu yang memiliki enam kualitas—tahan terhadap bentuk, suara, bau, rasa, sentuhan, dan fenomena batin—dinyatakan layak menerima persembahan, layak menerima keramahan, layak menerima pemberian agama, layak menerima penghormatan, dan menjadi ladang jasa yang tiada taranya bagi dunia.
an6.6:2.1 Evamevaṁ kho, bhikkhave, chahi dhammehi samannāgato bhikkhu āhuneyyo …pe… anuttaraṁ puññakkhettaṁ lokassa.
an6.6:2.2 Katamehi chahi?
an6.6:2.3 Idha, bhikkhave, bhikkhu khamo hoti rūpānaṁ …pe… khamo dhammānaṁ.
an6.6:2.4 Imehi kho, bhikkhave, chahi dhammehi samannāgato bhikkhu āhuneyyo hoti …pe… anuttaraṁ puññakkhettaṁ lokassā”ti.
an6.6:2.5 Chaṭṭhaṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.