Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 6.68
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana lingkungan pergaulan dan kecenderungan batin saling terkait. Perhatikan baik-baik urutan sebab-akibat yang dipaparkan, karena di situlah letak inti ajaran tentang pentingnya kesunyian sebagai landasan praktik.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menegaskan bahwa seorang bhikkhu yang masih menikmati kebersamaan dan keramaian tidak mungkin maju dalam praktik spiritual. Sebaliknya, hanya dengan bergembira dalam kesunyian, seorang bhikkhu dapat secara bertahap mengembangkan pikiran, menyempurnakan pandangan benar, konsentrasi benar, melepaskan belenggu, dan akhirnya merealisasi Nibbāna.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
‘So vata, bhikkhave, bhikkhu na saṅgaṇikārāmo na saṅgaṇikarato na saṅgaṇikārāmataṁ anuyutto, na gaṇārāmo na gaṇarato na gaṇārāmataṁ anuyutto, eko paviveke abhiramissatī’ti ṭhānametaṁ vijjati.
“Para bhikkhu, adalah mungkin bahwa seorang bhikkhu yang tidak menikmati kebersamaan, yang tidak bersenang dalam kebersamaan, yang tidak mengabdikan diri pada kegemaran akan kebersamaan, yang tidak menikmati kelompok, yang tidak bersenang dalam kelompok, yang tidak mengabdikan diri pada kegemaran akan kelompok, akan bergembira dalam kesunyian yang menyendiri. Ini mungkin terjadi.
It’s quite possible that a mendicant who doesn’t enjoy company and groups, who doesn’t love them and like to enjoy them, should take pleasure in being alone in seclusion.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 6.68 · Khotbah tentang Menikmati Kebersamaan | Tiga Keranjang