‹
AN 6.65

Anāgāmiphalasutta

Sutta tentang Buah Tidak Kembali

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 6.65

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah salah satu khotbah singkat Sang Buddha yang langsung pada intinya. Ia mengajak kita untuk merenungkan kualitas-kualitas batin apa saja yang selama ini mungkin menghalangi kemajuan spiritual, dan bagaimana melepaskannya menjadi kunci untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menyampaikan kepada para bhikkhu bahwa tanpa meninggalkan enam kualitas batin yang tidak bermanfaat, seseorang tidak akan mampu merealisasikan buah tidak kembali (anāgāmiphala). Keenam kualitas tersebut adalah kurang keyakinan, kurang rasa malu, kurang takut terhadap akibat perbuatan salah, kemalasan, ketidakmampuan memperhatikan, dan kebodohan. Sebaliknya, dengan meninggalkan keenam hal ini, realisasi buah tidak kembali menjadi mungkin.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an6.65:2.1

Cha, bhikkhave, dhamme pahāya bhabbo anāgāmiphalaṁ sacchikātuṁ.

Para bhikkhu, setelah meninggalkan enam hal, seseorang mampu merealisasikan buah tidak kembali.

After giving up six things you can realize the fruit of non-return.

an6.65:2.3

Assaddhiyaṁ, ahirikaṁ, anottappaṁ, kosajjaṁ, muṭṭhassaccaṁ, duppaññataṁ—

Kurang keyakinan, kurang rasa malu, kurang takut terhadap akibat perbuatan salah, kemalasan, ketidakmampuan memperhatikan, dan kebodohan—

Lack of faith, conscience, and prudence; laziness, unmindfulness, and witlessness.

an6.65:2.4

ime kho, bhikkhave, cha dhamme pahāya bhabbo anāgāmiphalaṁ sacchikātun”ti.

setelah meninggalkan keenam hal ini, para bhikkhu, seseorang mampu merealisasikan buah tidak kembali.”

After giving up these six things you can realize the fruit of non-return.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.