Katamā ca, bhikkhave, āsavānaṁ vemattatā?
Dan apakah, para bhikkhu, keragaman noda-noda batin?
And what is the disparity of defilements?
Sutta Penembus
Sutta ini adalah sebuah peta jalan yang sistematis. Mari kita telusuri bagaimana Sang Buddha membedah enam fondasi pengalaman kita—dari kenikmatan indria hingga penderitaan—dengan kerangka yang sama, untuk melihat bagaimana pemahaman yang mendalam menjadi kunci pembebasan.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang 'penjelasan Dhamma yang menembus' (nibbedhikapariyāya). Beliau menguraikan enam hal mendasar—kenikmatan indria, perasaan, persepsi, noda batin, perbuatan, dan penderitaan—masing-masing dengan enam aspek: harus dipahami, sumbernya, keragamannya, akibatnya, lenyapnya, dan jalan menuju lenyapnya. Penjelasan ini menegaskan bahwa pemahaman mendalam atas keenam hal ini mengarah pada kehidupan spiritual yang menembus, yang berpuncak pada lenyapnya penderitaan.
Katamā ca, bhikkhave, āsavānaṁ vemattatā?
Dan apakah, para bhikkhu, keragaman noda-noda batin?
And what is the disparity of defilements?
Atthi, bhikkhave, āsavā nirayagamanīyā, atthi āsavā tiracchānayonigamanīyā, atthi āsavā pettivisayagamanīyā, atthi āsavā manussalokagamanīyā, atthi āsavā devalokagamanīyā.
Ada, para bhikkhu, noda-noda batin yang menuntun menuju alam neraka, ada noda-noda batin yang menuntun menuju alam binatang, ada noda-noda batin yang menuntun menuju alam setan, ada noda-noda batin yang menuntun menuju alam manusia, ada noda-noda batin yang menuntun menuju alam para dewa.
There are defilements that lead to rebirth in hell, the animal realm, the ghost realm, the human world, and the world of the gods.
Ayaṁ vuccati, bhikkhave, āsavānaṁ vemattatā.
Ini, para bhikkhu, disebut keragaman noda-noda batin.
This is called the disparity of defilements.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.