Katamā ca, bhikkhave, saññānaṁ vemattatā?
Dan apakah, para bhikkhu, keragaman persepsi?
And what is the diversity of perceptions?
Sutta Penembus
Sutta ini adalah sebuah peta jalan yang sistematis. Mari kita telusuri bagaimana Sang Buddha membedah enam fondasi pengalaman kita—dari kenikmatan indria hingga penderitaan—dengan kerangka yang sama, untuk melihat bagaimana pemahaman yang mendalam menjadi kunci pembebasan.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang 'penjelasan Dhamma yang menembus' (nibbedhikapariyāya). Beliau menguraikan enam hal mendasar—kenikmatan indria, perasaan, persepsi, noda batin, perbuatan, dan penderitaan—masing-masing dengan enam aspek: harus dipahami, sumbernya, keragamannya, akibatnya, lenyapnya, dan jalan menuju lenyapnya. Penjelasan ini menegaskan bahwa pemahaman mendalam atas keenam hal ini mengarah pada kehidupan spiritual yang menembus, yang berpuncak pada lenyapnya penderitaan.
Katamā ca, bhikkhave, saññānaṁ vemattatā?
Dan apakah, para bhikkhu, keragaman persepsi?
And what is the diversity of perceptions?
Aññā, bhikkhave, saññā rūpesu, aññā saññā saddesu, aññā saññā gandhesu, aññā saññā rasesu, aññā saññā phoṭṭhabbesu, aññā saññā dhammesu.
Persepsi pada bentuk adalah satu, persepsi pada suara adalah lain, persepsi pada bau adalah lain, persepsi pada rasa adalah lain, persepsi pada sentuhan adalah lain, persepsi pada fenomena batin adalah lain.
The perceptions of sights, sounds, smells, tastes, touches, and ideas are all different.
Ayaṁ vuccati, bhikkhave, saññānaṁ vemattatā.
Ini disebut, para bhikkhu, keragaman persepsi.
This is called the diversity of perceptions.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.