“Nibbedhikapariyāyaṁ vo, bhikkhave, dhammapariyāyaṁ desessāmi.
“Para bhikkhu, Aku akan mengajarkan kepada kalian penjelasan Dhamma yang menembus.
“Mendicants, I will teach you a penetrative exposition of the teaching.
Sutta Penembus
Sutta ini adalah sebuah peta jalan yang sistematis. Mari kita telusuri bagaimana Sang Buddha membedah enam fondasi pengalaman kita—dari kenikmatan indria hingga penderitaan—dengan kerangka yang sama, untuk melihat bagaimana pemahaman yang mendalam menjadi kunci pembebasan.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang 'penjelasan Dhamma yang menembus' (nibbedhikapariyāya). Beliau menguraikan enam hal mendasar—kenikmatan indria, perasaan, persepsi, noda batin, perbuatan, dan penderitaan—masing-masing dengan enam aspek: harus dipahami, sumbernya, keragamannya, akibatnya, lenyapnya, dan jalan menuju lenyapnya. Penjelasan ini menegaskan bahwa pemahaman mendalam atas keenam hal ini mengarah pada kehidupan spiritual yang menembus, yang berpuncak pada lenyapnya penderitaan.
“Nibbedhikapariyāyaṁ vo, bhikkhave, dhammapariyāyaṁ desessāmi.
“Para bhikkhu, Aku akan mengajarkan kepada kalian penjelasan Dhamma yang menembus.
“Mendicants, I will teach you a penetrative exposition of the teaching.
Taṁ suṇātha, sādhukaṁ manasi karotha, bhāsissāmī”ti.
Dengarkanlah dan perhatikanlah dengan baik, Aku akan berbicara.”
Listen and apply your mind well, I will speak.”
“Evaṁ, bhante”ti kho te bhikkhū bhagavato paccassosuṁ.
“Baik, Bhante,” para bhikkhu itu menjawab kepada Sang Bhagavā.
“Yes, sir,” they replied.
Bhagavā etadavoca:
Sang Bhagavā berkata demikian:
The Buddha said this:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.