‹
AN 6.61

Majjhesutta

Sutta Di Tengah

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 6.61

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita menyaksikan diskusi para bhikkhu senior yang cerdas. Perhatikan bagaimana mereka masing-masing memberikan jawaban yang masuk akal, lalu simak bagaimana Buddha merangkum dan mengarahkan pemahaman mereka pada inti ajaran tentang kontak, asal-mula, dan lenyapnya.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sekelompok bhikkhu senior berdiskusi tentang makna syair dari 'Pertanyaan Metteyya' mengenai 'manusia agung' yang mengetahui kedua ujung dan tidak melekat di tengah. Mereka memberikan berbagai interpretasi, lalu menanyakannya kepada Buddha. Buddha menyatakan semua jawaban mereka benar menurut sudut pandang masing-masing, namun kemudian memberikan penafsiran definitifnya sendiri tentang makna 'dua ujung', 'tengah', dan 'sibbinī' (si penenun).

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an6.61:8.1

Evaṁ vutte aññataro bhikkhu there bhikkhū etadavoca:

Setelah itu, seorang bhikkhu berkata kepada para bhikkhu senior:

When this was said, one of the mendicants said to the senior mendicants:

an6.61:8.2

“sakkāyo kho, āvuso, eko anto, sakkāyasamudayo dutiyo anto, sakkāyanirodho majjhe, taṇhā sibbinī;

“Sahabat-sahabat, realitas substansial adalah satu ujung, asal-mula realitas substansial adalah ujung kedua, lenyapnya realitas substansial adalah di tengah, dan ketagihan adalah penjahitnya;

“Substantial reality, reverends, is one end. The origin of substantial reality is the second end. The cessation of substantial reality is the middle. And craving is the seamstress,

an6.61:8.3

taṇhā hi naṁ sibbati tassa tasseva bhavassa abhinibbattiyā.

sebab ketagihanlah yang menjahit seseorang pada kelahiran kembali dalam kehidupan ini atau itu.

for craving weaves one to being regenerated in one state of existence or another.

an6.61:8.4

Ettāvatā kho, āvuso, bhikkhu abhiññeyyaṁ abhijānāti, pariññeyyaṁ parijānāti, abhiññeyyaṁ abhijānanto pariññeyyaṁ parijānanto diṭṭheva dhamme dukkhassantakaro hotī”ti.

Demikianlah, para sahabat, seorang bhikkhu mengetahui apa yang patut diketahui secara langsung dan memahami sepenuhnya apa yang patut dipahami sepenuhnya. Dengan mengetahui dan memahami demikian, ia mengakhiri penderitaan dalam kehidupan ini juga.”

That’s how a mendicant directly knows what should be directly known and completely understands what should be completely understood. Knowing and understanding thus they make an end of suffering in this very life.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.