‹
AN 6.58

Āsavasutta

Sutta tentang Noda-noda Batin

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 6.58

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita melihat bahwa praktik spiritual bukan hanya tentang meditasi, tetapi juga tentang kebijaksanaan dalam keseharian—mulai dari menjaga mata dan telinga, menggunakan jubah dan makanan dengan tujuan yang benar, hingga menghindari bahaya dan mengembangkan kualitas batin.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan enam cara seorang bhikkhu melenyapkan noda-noda batin (āsava) sehingga ia layak menerima persembahan dan menjadi ladang jasa yang tiada taranya bagi dunia. Keenam cara tersebut adalah dengan pengendalian indra, penggunaan kebutuhan hidup secara bijaksana, ketahanan terhadap kondisi sulit, penghindaran bahaya, pelenyapan pikiran buruk, dan pengembangan faktor-faktor pencerahan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an6.58:5.1

Katame ca, bhikkhave, āsavā adhivāsanā pahātabbā ye adhivāsanāya pahīnā honti?

Dan apakah, para bhikkhu, noda-noda yang harus dilenyapkan dengan ketahanan, yaitu noda-noda yang telah dilenyapkan melalui ketahanan?

And what are the defilements that should be given up by enduring?

an6.58:5.2

Idha, bhikkhave, bhikkhu paṭisaṅkhā yoniso khamo hoti sītassa uṇhassa, jighacchāya, pipāsāya, ḍaṁsamakasavātātapasarīsapasamphassānaṁ, duruttānaṁ durāgatānaṁ vacanapathānaṁ, uppannānaṁ sārīrikānaṁ vedanānaṁ dukkhānaṁ tibbānaṁ kharānaṁ kaṭukānaṁ asātānaṁ amanāpānaṁ pāṇaharānaṁ adhivāsakajātiko hoti.

Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu dengan merenungkan secara bijaksana menjadi tahan terhadap dingin, panas, lapar, dan haus. Ia tahan terhadap sentuhan lalat, nyamuk, angin, terik matahari, dan binatang melata. Ia tahan terhadap ucapan-ucapan kasar dan tidak menyenangkan. Dan ia menjadi seorang yang tahan terhadap perasaan fisik yang menyakitkan—tajam, berat, pedih, tidak menyenangkan, tidak disukai, dan mengancam jiwa.

Take a mendicant who, reflecting rationally, endures cold, heat, hunger, and thirst. They endure the touch of flies, mosquitoes, wind, sun, and reptiles. They endure rude and unwelcome criticism. And they put up with physical pain—sharp, severe, acute, unpleasant, disagreeable, and life-threatening.

an6.58:5.3

Yaṁ hissa, bhikkhave, anadhivāsato uppajjeyyuṁ āsavā vighātapariḷāhā, adhivāsato evaṁsa te āsavā vighātapariḷāhā na honti.

Karena, para bhikkhu, noda-noda yang menyusahkan dan membara yang mungkin muncul pada seseorang yang hidup tanpa menahan hal-hal ini, tidak muncul ketika hal-hal itu ditahan.

For the distressing and feverish defilements that might arise in someone who lives without enduring these things do not arise when they are endured.

an6.58:5.4

Ime vuccanti, bhikkhave, āsavā adhivāsanā pahātabbā ye adhivāsanāya pahīnā honti.

Inilah, para bhikkhu, yang disebut noda-noda yang harus dilenyapkan dengan ketahanan, yaitu noda-noda yang telah dilenyapkan melalui ketahanan.

These are called the defilements that should be given up by enduring.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.