Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 6.54
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini diawali dengan kisah seorang bhikkhu yang perilakunya membuatnya diusir dari banyak vihara. Mari kita simak bagaimana Buddha menanggapinya dan pelajaran apa yang diberikan melalui dua perumpamaan yang indah.
Yang Mulia Dhammika, seorang bhikkhu yang tinggal di tanah kelahirannya, terbiasa mencaci dan mengusir para bhikkhu pendatang. Karena perilakunya itu, ia diusir dari ketujuh vihara oleh para umat awam setempat. Ia kemudian pergi menemui Buddha, yang menasihatinya dengan perumpamaan tentang burung penunjuk daratan dan pohon banyan raja, serta mengajarkan tentang kewajiban seorang petapa (samaṇadhamma) dan bahaya memiliki pikiran jahat terhadap sesama praktisi spiritual.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Kemudian, wahai brahmana Dhammika, Sakka, raja para dewa, menciptakan kekuatan batin sedemikian rupa sehingga datanglah angin badai dan hujan deras yang merobohkan pohon banyan raja Suppatiṭṭha itu hingga tercabut sampai ke akar-akarnya.
Then Sakka used his psychic powers to will that a violent storm come. And it felled and uprooted the royal banyan tree.
Kemudian, wahai brahmana Dhammika, dewa yang berdiam di pohon banyan raja Suppatiṭṭha itu berdiri di satu sisi, sedih, berduka, menangis dengan wajah berlinang air mata.
Then the deity haunting the tree stood to one side, miserable and sad, weeping, with a tearful face.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.