Na ussesu na omesu,
Mereka tidak menganggap diri mereka
They don’t represent themselves
Khotbah tentang Khema
Sutta ini memperlihatkan bagaimana dua bhikkhu secara spontan menyampaikan pemahaman yang sama tentang kebebasan seorang Arahant, dan bagaimana Buddha menegaskan kebenaran itu sambil memperingatkan tentang bahaya pengakuan palsu. Mari kita simak dialog singkat yang sarat makna ini.
Dua bhikkhu, Khema dan Sumana, secara bergantian menyampaikan kepada Buddha bahwa seorang Arahant tidak lagi menganggap dirinya lebih baik, setara, atau lebih rendah dari siapa pun. Buddha menyetujui pernyataan mereka, lalu menegaskan bahwa para putra keluarga yang baik menyatakan penembusan dengan benar, tanpa melibatkan ego, berbeda dengan orang-orang bodoh yang mengaku mencapai pencerahan dengan bercanda dan akhirnya menyesal.
Na ussesu na omesu,
Mereka tidak menganggap diri mereka
They don’t represent themselves
Samatte nopanīyare;
sebagai lebih tinggi, lebih rendah, atau setara.
as being among superiors, inferiors, or equals.
Khīṇā jāti vusitaṁ brahmacariyaṁ,
Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani.
Rebirth is ended, <j>the spiritual journey has been completed.
Caranti saṁyojanavippamuttā”ti.
Mereka hidup terbebas dari belenggu.”
They live freed from fetters.”
Sattamaṁ.
Ini adalah sutta ketujuh.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.