“Abhikkantaṁ, bhante, abhikkantaṁ, bhante …pe…
“Luar biasa, Bhante! Luar biasa, Bhante! ...
“Excellent, sir! Excellent!
Khotbah Pertama tentang Hal yang Terlihat Langsung
Dalam sutta ini, kita diajak merenungkan bagaimana ajaran Buddha bukan sekadar teori, melainkan sesuatu yang bisa diverifikasi dalam pengalaman sehari-hari. Mari kita simak dialog antara Buddha dan Sīvaka yang menunjukkan cara sederhana namun mendalam untuk melihat Dhamma secara langsung.
Pengembara Moḷiyasīvaka bertanya kepada Buddha tentang bagaimana Dhamma dapat terlihat langsung dalam kehidupan ini. Buddha membalas dengan pertanyaan: apakah Sīvaka mengetahui ketika keserakahan, kebencian, delusi, dan pikiran-pikiran yang berasal darinya ada atau tidak ada dalam dirinya. Ketika Sīvaka mengiyakan, Buddha menjelaskan bahwa inilah cara Dhamma terlihat langsung, tanpa waktu, mengundang untuk diselidiki, dan dapat dipahami sendiri oleh para bijaksana. Sīvaka kemudian menyatakan berlindung sebagai umat awam.
“Abhikkantaṁ, bhante, abhikkantaṁ, bhante …pe…
“Luar biasa, Bhante! Luar biasa, Bhante! ...
“Excellent, sir! Excellent!
upāsakaṁ maṁ, bhante, bhagavā dhāretu ajjatagge pāṇupetaṁ saraṇaṁ gatan”ti.
Mulai hari ini, Bhante, sudilah Bhagavā mengingatku sebagai umat awam yang telah berlindung seumur hidup.”
From this day forth, may the Buddha remember me as a lay follower who has gone for refuge for life.”
Pañcamaṁ.
Yang kelima.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.