Tassa sammā vimuttassa,
Bagi yang telah terbebaskan dengan sempurna,
To that unaffected one, rightly freed
Khotbah tentang Utang
Mari kita renungkan bagaimana perumpamaan tentang utang ini dapat membantu kita memahami pentingnya membangun kualitas batin yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan tentang kemiskinan dan utang untuk menggambarkan penderitaan batin seseorang yang tidak memiliki kualitas-kualitas baik. Beliau menjelaskan bagaimana kurangnya keyakinan, rasa malu, rasa takut akan akibat buruk, energi, dan kebijaksanaan menyebabkan seseorang terjerumus dalam perbuatan buruk, yang pada akhirnya membawanya ke penjara neraka atau alam binatang. Sebaliknya, orang yang memiliki kualitas-kualitas ini terbebas dari utang batin dan mencapai kebahagiaan tertinggi.
Tassa sammā vimuttassa,
Bagi yang telah terbebaskan dengan sempurna,
To that unaffected one, rightly freed
ñāṇañce hoti tādino;
yang tidak tergoyahkan, dengan hancurnya belenggu-belenggu kelahiran kembali,
with the end of the fetters of continued existence,
‘Akuppā me vimuttī’ti,
pengetahuan ini muncul:
the knowledge comes:
bhavasaṁyojanakkhaye.
‘Kebebasanku tidak tergoyahkan.’
‘My freedom is unshakable.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.