Etañhi bandhanaṁ dukkhaṁ,
Sungguh, belenggu itulah penderitaan sejati,
Such imprisonment is true suffering,
Khotbah tentang Utang
Mari kita renungkan bagaimana perumpamaan tentang utang ini dapat membantu kita memahami pentingnya membangun kualitas batin yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan tentang kemiskinan dan utang untuk menggambarkan penderitaan batin seseorang yang tidak memiliki kualitas-kualitas baik. Beliau menjelaskan bagaimana kurangnya keyakinan, rasa malu, rasa takut akan akibat buruk, energi, dan kebijaksanaan menyebabkan seseorang terjerumus dalam perbuatan buruk, yang pada akhirnya membawanya ke penjara neraka atau alam binatang. Sebaliknya, orang yang memiliki kualitas-kualitas ini terbebas dari utang batin dan mencapai kebahagiaan tertinggi.
Etañhi bandhanaṁ dukkhaṁ,
Sungguh, belenggu itulah penderitaan sejati,
Such imprisonment is true suffering,
yamhā dhīro pamuccati;
dari mana orang bijaksana terbebas;
from which the attentive are released.
Dhammaladdhehi bhogehi,
Dengan kekayaan yang diperoleh secara benar,
With confident heart, they give
dadaṁ cittaṁ pasādayaṁ.
mereka memberi dengan hati yang penuh keyakinan.
with wealth that is properly earned.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.