So pāpakammo dummedho,
Orang bodoh yang berbuat jahat itu,
That simpleton evildoer,
Khotbah tentang Utang
Mari kita renungkan bagaimana perumpamaan tentang utang ini dapat membantu kita memahami pentingnya membangun kualitas batin yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan tentang kemiskinan dan utang untuk menggambarkan penderitaan batin seseorang yang tidak memiliki kualitas-kualitas baik. Beliau menjelaskan bagaimana kurangnya keyakinan, rasa malu, rasa takut akan akibat buruk, energi, dan kebijaksanaan menyebabkan seseorang terjerumus dalam perbuatan buruk, yang pada akhirnya membawanya ke penjara neraka atau alam binatang. Sebaliknya, orang yang memiliki kualitas-kualitas ini terbebas dari utang batin dan mencapai kebahagiaan tertinggi.
So pāpakammo dummedho,
Orang bodoh yang berbuat jahat itu,
That simpleton evildoer,
jānaṁ dukkaṭamattano;
mengetahui perbuatan buruknya sendiri;
knowing their own misdeeds,
Yonimaññataraṁ gantvā,
setelah pergi ke salah satu alam binatang,
goes to one of the animal realms,
niraye vāpi bajjhati.
atau terperangkap di neraka.
or is trapped in hell.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.