‹
AN 6.45

Iṇasutta

Khotbah tentang Utang

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 6.45

Kenali dunia dalam sutta ini

Mari kita renungkan bagaimana perumpamaan tentang utang ini dapat membantu kita memahami pentingnya membangun kualitas batin yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan tentang kemiskinan dan utang untuk menggambarkan penderitaan batin seseorang yang tidak memiliki kualitas-kualitas baik. Beliau menjelaskan bagaimana kurangnya keyakinan, rasa malu, rasa takut akan akibat buruk, energi, dan kebijaksanaan menyebabkan seseorang terjerumus dalam perbuatan buruk, yang pada akhirnya membawanya ke penjara neraka atau alam binatang. Sebaliknya, orang yang memiliki kualitas-kualitas ini terbebas dari utang batin dan mencapai kebahagiaan tertinggi.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an6.45:18.1

So pāpakammo dummedho,

Si bodoh yang berbuat jahat itu,

That simpleton evildoer,

an6.45:18.2

jānaṁ dukkaṭamattano;

mengetahui kesalahan yang telah diperbuatnya sendiri;

knowing their own misdeeds,

an6.45:18.3

Daliddo iṇamādāya,

bagaikan orang miskin yang berhutang,

is a poor person who has fallen into debt,

an6.45:18.4

bhuñjamāno vihaññati.

ia tersiksa bahkan saat membelanjakan pinjaman itu.

and frets even when spending the loan.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.