Katame cha?
Apakah enam itu?
What six?
Khotbah dengan Migasālā
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kita sering kali terlalu cepat menilai orang lain berdasarkan penampilan atau perilaku lahiriah. Mari kita simak bagaimana Buddha meluruskan pandangan ini dengan penjelasan yang mendalam tentang kompleksitas penilaian spiritual.
Umat awam Migasālā bingung karena ayahnya yang hidup selibat dan pamannya yang tidak selibat sama-sama dinyatakan Buddha terlahir di alam Tusita sebagai sakadāgāmī. Ia bertanya kepada Ānanda, yang kemudian menyampaikan kebingungan ini kepada Buddha. Buddha menjelaskan bahwa menilai kualitas spiritual seseorang tidak bisa dilakukan dari penampilan lahiriah saja, melainkan memerlukan pengetahuan mendalam tentang enam jenis individu yang hanya dimiliki oleh para Tathāgata.
Katame cha?
Apakah enam itu?
What six?
Idhānanda, ekacco puggalo sorato hoti sukhasaṁvāso, abhinandanti sabrahmacārī ekattavāsena.
Di sini, Ānanda, ada seseorang yang lembut dan menyenangkan untuk hidup bersama, dan rekan-rekan spiritualnya bergembira hidup bersamanya dalam kebersamaan.
Take a certain individual who is gentle and pleasant to be with. And spiritual companions enjoy living together with them.
Tassa savanenapi akataṁ hoti, bāhusaccenapi akataṁ hoti, diṭṭhiyāpi appaṭividdhaṁ hoti, sāmāyikampi vimuttiṁ na labhati.
Namun ia belum melakukan apa yang seharusnya dilakukan melalui mendengarkan, belum melakukan apa yang seharusnya dilakukan melalui pembelajaran luas, belum menembus pandangan terang, dan belum memperoleh kebebasan sementara.
And they’ve not listened or learned or penetrated theoretically or found even temporary freedom.
So kāyassa bhedā paraṁ maraṇā hānāya pareti no visesāya, hānagāmīyeva hoti no visesagāmī.
Setelah hancurnya tubuh, setelah kematian, ia pergi menuju kemunduran, bukan kemajuan; ia adalah seorang yang menuju kemunduran, bukan kemajuan.
When their body breaks up, after death, they depart for a lower place, not a higher. They’re going to a lower place, not a higher.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.