an6.38:5.1 “Excellent, worthy Gotama! Excellent! …
an6.38:5.2 From this day forth, may the worthy Gotama remember me as a lay follower who has gone for refuge for life.”
Khotbah tentang Kehendak Sendiri
Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan dialog singkat namun tajam antara Buddha dan seorang brahmana yang memegang pandangan fatalistik. Mari kita simak bagaimana Buddha membongkar pandangan tersebut dengan argumen yang sederhana namun mendalam.
Seorang brahmana mendatangi Buddha dan menyatakan pandangan bahwa tidak ada perbuatan atas kehendak sendiri maupun orang lain. Buddha menolak pandangan ini dengan menunjukkan bahwa adanya unsur-unsur seperti inisiatif, ketekunan, usaha, kekuatan, ketahanan, dan upaya membuktikan bahwa makhluk memang bertindak atas kehendak sendiri atau orang lain. Brahmana itu akhirnya mengakui kebenaran dan berlindung kepada Buddha.
an6.38:5.1 “Excellent, worthy Gotama! Excellent! …
an6.38:5.2 From this day forth, may the worthy Gotama remember me as a lay follower who has gone for refuge for life.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.