“Pubbeva dānā sumano,
“Sebelum memberi, berpikiran gembira;
A good mood before giving,
Persembahan dengan Enam Faktor
Sutta ini adalah ajaran tentang bagaimana mempraktikkan kedermawanan (dāna) secara mendalam. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merinci faktor-faktor yang membuat sebuah pemberian tidak hanya menjadi tindakan baik, tetapi juga menjadi sumber jasa yang melimpah.
Sang Buddha melihat dengan mata dewa seorang umat awam bernama Veḷukaṇḍakī, ibu Nanda, yang sedang mempersiapkan persembahan untuk Saṅgha yang dipimpin oleh Sāriputta dan Moggallāna. Beliau kemudian menjelaskan kepada para bhikkhu tentang enam faktor yang membuat suatu persembahan menjadi sempurna: tiga faktor pada pihak pemberi dan tiga faktor pada pihak penerima. Sutta ini diakhiri dengan perumpamaan tentang samudra untuk menggambarkan jasa yang tak terukur dari persembahan yang memiliki enam faktor tersebut.
“Pubbeva dānā sumano,
“Sebelum memberi, berpikiran gembira;
A good mood before giving,
dadaṁ cittaṁ pasādaye;
ketika memberi, menenangkan pikiran;
confidence while giving,
Datvā attamano hoti,
setelah memberi, merasa puas—
feeling uplifted after giving:
esā yaññassa sampadā.
inilah kesempurnaan persembahan.
this is the perfect sacrifice.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.