an6.30:10.1 Upaṭṭhitā pāricariyā,
an6.30:10.2 bhāvayanti anussatiṁ;
an6.30:10.3 Vivekappaṭisaṁyuttaṁ,
an6.30:10.4 khemaṁ amatagāminiṁ.
Yang Tak Tertandingi
Sutta ini mengajak kita merenungkan apa yang benar-benar berharga dalam hidup. Perhatikan bagaimana Sang Buddha tidak merendahkan hal-hal duniawi sepenuhnya—Beliau mengakuinya—tetapi menunjukkan bahwa ada yang jauh lebih tinggi nilainya.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan enam hal yang tak tertandingi (anuttariya): melihat, mendengar, memperoleh, berlatih, melayani, dan merenungkan. Beliau membandingkan setiap hal yang tak tertandingi dengan versi duniawinya yang rendah, lalu menunjukkan bahwa versi yang sesungguhnya tak tertandingi adalah yang berhubungan dengan Tathāgata atau siswa-siswanya, yang mengarah pada pemurnian batin dan realisasi Nibbāna.
an6.30:10.1 Upaṭṭhitā pāricariyā,
an6.30:10.2 bhāvayanti anussatiṁ;
an6.30:10.3 Vivekappaṭisaṁyuttaṁ,
an6.30:10.4 khemaṁ amatagāminiṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.