an6.30:1.1 “Chayimāni, bhikkhave, anuttariyāni.
an6.30:1.2 Katamāni cha?
an6.30:1.3 Dassanānuttariyaṁ, savanānuttariyaṁ, lābhānuttariyaṁ, sikkhānuttariyaṁ, pāricariyānuttariyaṁ, anussatānuttariyanti.
Yang Tak Tertandingi
Sutta ini mengajak kita merenungkan apa yang benar-benar berharga dalam hidup. Perhatikan bagaimana Sang Buddha tidak merendahkan hal-hal duniawi sepenuhnya—Beliau mengakuinya—tetapi menunjukkan bahwa ada yang jauh lebih tinggi nilainya.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan enam hal yang tak tertandingi (anuttariya): melihat, mendengar, memperoleh, berlatih, melayani, dan merenungkan. Beliau membandingkan setiap hal yang tak tertandingi dengan versi duniawinya yang rendah, lalu menunjukkan bahwa versi yang sesungguhnya tak tertandingi adalah yang berhubungan dengan Tathāgata atau siswa-siswanya, yang mengarah pada pemurnian batin dan realisasi Nibbāna.
an6.30:1.1 “Chayimāni, bhikkhave, anuttariyāni.
an6.30:1.2 Katamāni cha?
an6.30:1.3 Dassanānuttariyaṁ, savanānuttariyaṁ, lābhānuttariyaṁ, sikkhānuttariyaṁ, pāricariyānuttariyaṁ, anussatānuttariyanti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.