Upādāne bhayaṁ disvā,
Melihat bahaya dalam kemelekatan,
Seeing the danger in grasping,
Bahaya
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kita memandang kenikmatan indria. Melalui enam perumpamaan yang kuat, Sang Buddha mengajak kita melihat lebih dalam apa yang sering kita anggap menyenangkan, dan bagaimana kemelekatan pada hal itu justru membawa penderitaan.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan bahwa kenikmatan indria memiliki enam sebutan: bahaya, penderitaan, penyakit, bisul, belenggu, dan rawa. Ia menjelaskan mengapa sebutan-sebutan itu tepat, karena seseorang yang terikat pada nafsu indria tidak terbebas dari berbagai bahaya dan penderitaan, baik di kehidupan ini maupun kehidupan mendatang. Syair penutup menegaskan bahwa dengan melihat bahaya dalam kemelekatan, seseorang yang tidak melekat dapat terbebas dari kelahiran dan kematian, mencapai kedamaian sejati.
Upādāne bhayaṁ disvā,
Melihat bahaya dalam kemelekatan,
Seeing the danger in grasping,
jātimaraṇasambhave;
asal mula kelahiran dan kematian,
the origin of birth and death,
Anupādā vimuccanti,
yang tidak melekat terbebaskan,
the unattached are freed
jātimaraṇasaṅkhaye.
dengan berakhirnya kelahiran dan kematian.
with the ending of birth and death.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.