“Rāgassa, bhikkhave, abhiññāya cha dhammā bhāvetabbā.
“Para bhikkhu, demi pengetahuan langsung atas nafsu, enam hal harus dikembangkan.
“For insight into greed, six things should be developed.
Khotbah Tanpa Judul tentang Nafsu (ke-3)
Khotbah ini sangat ringkas namun padat. Saat membacanya, perhatikan bagaimana enam persepsi itu dibangun secara berurutan—dari pemahaman mendasar tentang ketidak-kekalan hingga mencapai penghentian total—sebagai satu kesatuan jalan menuju kebijaksanaan.
Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha menyampaikan bahwa untuk memperoleh pengetahuan langsung atas nafsu (rāga), seorang bhikkhu perlu mengembangkan enam persepsi: persepsi ketidak-kekalan, persepsi penderitaan dalam ketidak-kekalan, persepsi tanpa-diri dalam penderitaan, persepsi pelepasan, persepsi peluruhan, dan persepsi penghentian. Khotbah ini merupakan bagian dari rangkaian teks singkat tentang nafsu dalam Aṅguttara Nikāya.
“Rāgassa, bhikkhave, abhiññāya cha dhammā bhāvetabbā.
“Para bhikkhu, demi pengetahuan langsung atas nafsu, enam hal harus dikembangkan.
“For insight into greed, six things should be developed.
Katame cha?
Apakah enam itu?
What six?
Aniccasaññā, anicce dukkhasaññā, dukkhe anattasaññā, pahānasaññā, virāgasaññā, nirodhasaññā.
Persepsi ketidak-kekalan, persepsi penderitaan dalam ketidak-kekalan, persepsi tanpa-diri dalam penderitaan, persepsi pelepasan, persepsi peluruhan, dan persepsi penghentian.
The perception of impermanence, the perception of suffering in impermanence, the perception of not-self in suffering, the perception of giving up, the perception of fading away, and the perception of cessation.
Rāgassa, bhikkhave, abhiññāya ime cha dhammā bhāvetabbā”ti.
Para bhikkhu, demi pengetahuan langsung atas nafsu, enam hal ini harus dikembangkan.”
For insight into greed, these six things should be developed.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.