“Chayime, bhikkhave, dhammā sāraṇīyā.
“Para bhikkhu, ada enam kualitas yang membangkitkan keramahan.
“Mendicants, there are these six warm-hearted qualities.
Khotbah tentang Keramahan (1)
Khotbah ini mengajak kita merenungkan bagaimana kebersamaan dalam komunitas spiritual dibangun bukan hanya dari kata-kata, tetapi dari sikap, tindakan, dan nilai-nilai yang dijalani bersama. Mari kita simak enam kualitas yang diajarkan Sang Buddha untuk menciptakan kehangatan dan keharmonisan.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan enam kualitas yang membangkitkan keramahan (sāraṇīya) di antara para bhikkhu. Kualitas-kualitas tersebut mencakup tindakan cinta kasih melalui tubuh, ucapan, dan pikiran, berbagi perolehan materi, menjalankan moralitas yang sama, dan memiliki pandangan yang sama. Semua ini dilakukan secara terbuka maupun pribadi terhadap teman-teman sebrahmacari.
“Chayime, bhikkhave, dhammā sāraṇīyā.
“Para bhikkhu, ada enam kualitas yang membangkitkan keramahan.
“Mendicants, there are these six warm-hearted qualities.
Katame cha?
Apakah enam itu?
What six?
Idha, bhikkhave, bhikkhuno mettaṁ kāyakammaṁ paccupaṭṭhitaṁ hoti sabrahmacārīsu āvi ceva raho ca, ayampi dhammo sāraṇīyo.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu memiliki tindakan jasmani yang dipenuhi cinta kasih terhadap teman-teman sebrahmacari, baik secara terbuka maupun secara pribadi. Ini adalah kualitas yang membangkitkan keramahan.
Firstly, a mendicant consistently treats their spiritual companions with bodily kindness, both in public and in private. This is a warm-hearted quality.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.