Tassuddānaṁ
Ringkasan bab ini:
Khotbah tentang Mahānāma
Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan dialog antara Buddha dan Mahānāma tentang praktik batin seorang siswa yang telah maju. Perhatikan bagaimana setiap perenungan diuraikan dengan pola yang sama, dan bagaimana puncaknya selalu bermuara pada ketenangan dan konsentrasi pikiran.
Mahānāma, seorang anggota suku Sakya, bertanya kepada Buddha tentang cara berdiam yang sering dilakukan oleh siswa mulia yang telah mencapai buah dan memahami ajaran. Buddha menjawab dengan menguraikan enam objek perenungan (anussati): mengingat Buddha, Dhamma, Saṅgha, moralitas sendiri, kedermawanan sendiri, dan para dewa. Setiap perenungan ini meluruskan pikiran, membebaskannya dari nafsu, kebencian, dan delusi, sehingga menimbulkan kegembiraan, ketenangan, dan akhirnya konsentrasi (samādhi).
Tassuddānaṁ
Ringkasan bab ini:
Dve āhuneyyā indriya,
Dua tentang yang layak menerima persembahan, indria,
balāni tayo ājānīyā;
tiga kekuatan, yang murni;
Anuttariya anussatī,
Yang Tak Tertandingi, perenungan,
mahānāmena te dasāti.
dengan Mahānāma, itulah sepuluh.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.