‹
AN 6.10

Mahānāmasutta

Khotbah tentang Mahānāma

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 6.10

Kenali dunia dalam sutta ini

Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan dialog antara Buddha dan Mahānāma tentang praktik batin seorang siswa yang telah maju. Perhatikan bagaimana setiap perenungan diuraikan dengan pola yang sama, dan bagaimana puncaknya selalu bermuara pada ketenangan dan konsentrasi pikiran.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Mahānāma, seorang anggota suku Sakya, bertanya kepada Buddha tentang cara berdiam yang sering dilakukan oleh siswa mulia yang telah mencapai buah dan memahami ajaran. Buddha menjawab dengan menguraikan enam objek perenungan (anussati): mengingat Buddha, Dhamma, Saṅgha, moralitas sendiri, kedermawanan sendiri, dan para dewa. Setiap perenungan ini meluruskan pikiran, membebaskannya dari nafsu, kebencian, dan delusi, sehingga menimbulkan kegembiraan, ketenangan, dan akhirnya konsentrasi (samādhi).

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an6.10:4.1 Selanjutnya, Mahānāma, seorang siswa mulia mengingat Saṅgha:

an6.10:4.2 ‘Saṅgha para siswa Sang Bhagavā berlatih dengan baik, berlatih dengan lurus, berlatih dengan benar, berlatih dengan patut, yaitu empat pasang makhluk, delapan jenis individu. Inilah Saṅgha para siswa Sang Bhagavā yang layak menerima persembahan, layak menerima keramahan, layak menerima dana, layak menerima penghormatan dengan tangan terlipat, dan merupakan ladang jasa yang tiada taranya bagi dunia.’

an6.10:4.3 Ketika, Mahānāma, seorang siswa mulia mengingat Saṅgha, pada saat itu pikirannya tidak dikuasai oleh nafsu, tidak dikuasai oleh kebencian, tidak dikuasai oleh delusi;

an6.10:4.4 pada saat itu pikirannya menjadi lurus, dengan Saṅgha sebagai objeknya.

an6.10:4.5 Dengan pikiran yang lurus, Mahānāma, seorang siswa mulia memperoleh pemahaman akan makna, memperoleh pemahaman akan Dhamma, memperoleh kegembiraan yang berhubungan dengan Dhamma.

an6.10:4.6 Pada yang bersuka cita, muncullah kegembiraan; pada yang pikirannya gembira, tubuh menjadi tenang; yang tubuhnya tenang merasakan kebahagiaan; yang bahagia pikirannya menjadi terkonsentrasi.

an6.10:4.8 ‘seorang siswa mulia yang berdiam dalam keseimbangan di tengah orang-orang yang tidak seimbang, dan berdiam tanpa gangguan di tengah orang-orang yang terganggu. Ia telah memasuki arus Dhamma dan mengembangkan pengingatan pada Saṅgha’.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.