‹
AN 5.90

Dutiyasekhasutta

Sutta tentang Seorang yang Berlatih (Ke-2)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.90

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini menyoroti pentingnya keseimbangan dalam kehidupan seorang praktisi. Mari kita simak bagaimana Buddha merinci kebiasaan-kebiasaan yang tampak sepele namun dapat menentukan arah latihan batin.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sutta ini membahas lima hal yang menyebabkan kemunduran seorang bhikkhu yang masih berlatih (sekha), dan lima hal yang sebaliknya mencegah kemunduran tersebut. Fokus utamanya adalah pada keseimbangan antara keterlibatan dalam tugas-tugas duniawi dan komitmen terhadap pengembangan batin melalui keterasingan dan penenangan pikiran.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an5.90:9.1

Puna caparaṁ, bhikkhave, sekho bhikkhu na atikālena gāmaṁ pavisati, nātidivā paṭikkamati;

Selanjutnya, para bhikkhu, seorang bhikkhu yang masih berlatih tidak memasuki desa terlalu pagi dan tidak kembali terlalu siang;

Furthermore, a mendicant trainee doesn’t enter the village too early or return too late in the day.

an5.90:9.2

na riñcati paṭisallānaṁ, anuyuñjati ajjhattaṁ cetosamathaṁ.

ia tidak mengabaikan keterasingan, tekun dalam penenangan batin secara internal.

They don’t neglect retreat, and are committed to internal serenity of heart.

an5.90:9.3

Ayaṁ, bhikkhave, catuttho dhammo sekhassa bhikkhuno aparihānāya saṁvattati.

Ini, para bhikkhu, adalah hal keempat yang tidak mengarah pada kemunduran seorang bhikkhu yang masih berlatih.

This is the fourth thing that doesn’t lead to the decline of a mendicant trainee.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.