‹
AN 5.76

Dutiyayodhājīvasutta

Khotbah tentang Para Prajurit (Ke-2)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.76

Kenali dunia dalam sutta ini

Mari kita renungkan bagaimana gambaran seorang prajurit di medan perang dapat menjadi cermin bagi perjuangan batin kita sendiri. Sutta ini mengajak kita untuk melihat dengan jernih berbagai pilihan dan konsekuensinya dalam menghadapi godaan.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Buddha membabarkan tentang lima jenis prajurit dalam pertempuran, mulai dari yang gugur di medan laga hingga yang berhasil menang dan berjaya. Ia kemudian menganalogikan kelima prajurit ini dengan lima tipe bhikkhu, terutama dalam menghadapi godaan nafsu dan komitmen mereka pada kehidupan suci.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an5.76:19.1

So evaṁ samāhite citte parisuddhe pariyodāte anaṅgaṇe vigatūpakkilese mudubhūte kammaniye ṭhite āneñjappatte āsavānaṁ khayañāṇāya cittaṁ abhininnāmeti.

Ketika pikirannya telah menjadi tenang dalam samādhi seperti ini—dimurnikan, cemerlang, tanpa cela, terbebas dari kekotoran, lentur, dapat digunakan, stabil, dan tidak tergoyahkan—ia mengarahkannya menuju pengetahuan tentang akhir kekotoran batin.

When his mind has become immersed in samādhi like this—purified, bright, flawless, rid of corruptions, pliable, workable, steady, and imperturbable—he extends it toward knowledge of the ending of defilements.

an5.76:19.2

So ‘idaṁ dukkhan’ti yathābhūtaṁ pajānāti …pe…

Ia memahami sebagaimana adanya: 'Ini adalah penderitaan'... 'Ini adalah asal mula penderitaan'... 'Ini adalah lenyapnya penderitaan'... 'Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan'. Ia memahami sebagaimana adanya: 'Ini adalah kekotoran batin'... 'Ini adalah asal mula kekotoran batin'... 'Ini adalah lenyapnya kekotoran batin'... 'Ini adalah jalan menuju lenyapnya kekotoran batin'. Dengan mengetahui dan melihat demikian, pikirannya terbebas dari kekotoran nafsu indra, keinginan untuk terlahir kembali, dan ketidaktahuan. Ketika terbebas, ia mengetahui bahwa ia terbebas.

He truly understands: ‘This is suffering’ … ‘This is the origin of suffering’ … ‘This is the cessation of suffering’ … ‘This is the practice that leads to the cessation of suffering’. He truly understands: ‘These are defilements’ … ‘This is the origin of defilements’ … ‘This is the cessation of defilements’ … ‘This is the practice that leads to the cessation of defilements’. Knowing and seeing like this, his mind is freed from the defilements of sensuality, desire to be reborn, and ignorance. When he’s freed, he knows he’s freed.

an5.76:19.3

nāparaṁ itthattāyāti pajānāti.

Ia memahami: 'Kelahiran kembali telah berakhir, perjalanan spiritual telah selesai, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk tempat ini.'

He understands: ‘Rebirth is ended, the spiritual journey has been completed, what had to be done has been done, there is nothing further for this place.’

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.