an5.76:8.1 Selanjutnya, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam dengan bersandar pada suatu desa atau kota.
an5.76:8.2 Pada pagi hari, setelah mengenakan jubah dan membawa mangkuk serta jubahnya, ia memasuki desa atau kota itu untuk menerima dana makanan tanpa menjaga tubuh, ucapan, dan pikiran, tanpa menegakkan perhatian, dan tanpa menahan indra-indranya.
an5.76:8.3 Di sana ia melihat seorang perempuan yang berpakaian tidak pantas atau berpakaian terbuka.
an5.76:8.4 Nafsu merasuki pikirannya,
an5.76:8.5 dan dengan pikiran yang dikuasai nafsu itu, tubuhnya terbakar dan batinnya pun terbakar.
an5.76:8.6 Ia berpikir:
an5.76:8.7 ‘Bagaimana jika aku pergi ke vihara dan memberitahu para bhikkhu—
an5.76:8.8 “Sahabat-sahabat, aku diliputi nafsu, dikuasai nafsu; aku tidak mampu menjalani kehidupan suci ini;
an5.76:8.9 aku menyatakan kelemahan dalam latihan, melepaskan latihan, dan akan kembali pada kehidupan rendah.”’
an5.76:8.10 Tetapi ketika sedang dalam perjalanan ke vihara, sebelum tiba di vihara, di tengah jalan ia menyatakan kelemahan dalam latihan, melepaskan latihan, dan kembali pada kehidupan rendah.
