an5.76:10.1 Selanjutnya, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam dengan bergantung pada suatu desa atau kota.
an5.76:10.2 Pada pagi hari, setelah mengenakan jubah dan membawa mangkuk serta jubahnya, ia memasuki desa atau kota untuk menerima dana makanan tanpa menjaga tubuh, ucapan, dan pikiran, tanpa menegakkan perhatian, dan tanpa mengekang indra-indranya.
an5.76:10.3 Di sana ia melihat seorang perempuan yang berpakaian tidak sopan atau berpakaian terbuka.
an5.76:10.4 Setelah melihat perempuan yang berpakaian tidak sopan atau berpakaian terbuka itu, nafsu meliputi pikirannya.
an5.76:10.5 Dengan pikiran yang diliputi nafsu, tubuhnya terbakar dan batinnya terbakar.
an5.76:10.6 Ia berpikir:
an5.76:10.7 ‘Bagaimana jika aku pergi ke vihara dan memberitahu para bhikkhu:
an5.76:10.8 “Sahabat-sahabat, aku diliputi nafsu, dikuasai nafsu. Aku tidak mampu menjalani kehidupan suci;
an5.76:10.9 setelah menyatakan kelemahan dalam latihan, aku akan melepaskan latihan dan kembali ke kehidupan rendah.”’
an5.76:10.10 Ia pergi ke vihara dan memberitahu para bhikkhu:
an5.76:10.11 ‘Sahabat-sahabat, aku diliputi nafsu, dikuasai nafsu. Aku tidak mampu menjalani kehidupan suci;
an5.76:10.12 setelah menyatakan kelemahan dalam latihan, aku akan melepaskan latihan dan kembali ke kehidupan rendah.’
