Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 5.75
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini menggunakan perumpamaan yang hidup tentang prajurit untuk menggambarkan perjuangan batin para bhikkhu. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha memetakan berbagai tingkat ketahanan spiritual, dan renungkan di mana kita mungkin menemukan diri kita sendiri dalam analogi ini.
Buddha membabarkan tentang lima jenis prajurit yang ditemukan di dunia, masing-masing dengan tingkat ketangguhan yang berbeda dalam menghadapi medan perang. Ia kemudian menganalogikan kelima prajurit ini dengan lima tipe individu di antara para bhikkhu, yang diuji oleh godaan dan rintangan dalam kehidupan suci. Sutta ini menggambarkan bagaimana seorang praktisi dapat bertahan, goyah, atau bahkan menyerah dalam perjuangan spiritualnya, hingga akhirnya mencapai kemenangan tertinggi.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Ketika pikirannya telah terkonsentrasi demikian—murni, bersinar, tanpa cacat, bebas dari kekotoran, lentur, mudah diarahkan, stabil, dan tidak tergoyahkan—ia mengarahkannya menuju pengetahuan tentang berakhirnya kekotoran batin.
When his mind has become immersed in samādhi like this—purified, bright, flawless, rid of corruptions, pliable, workable, steady, and imperturbable—he extends it toward knowledge of the ending of defilements.
Ia memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan’ … ‘Ini adalah asal mula penderitaan’ … ‘Ini adalah lenyapnya penderitaan’ … ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan’.
He truly understands: ‘This is suffering’ … ‘This is the origin of suffering’ … ‘This is the cessation of suffering’ … ‘This is the practice that leads to the cessation of suffering’.
Ia memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah kekotoran batin’ … ‘Ini adalah asal mula kekotoran batin’ … ‘Ini adalah lenyapnya kekotoran batin’ … ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya kekotoran batin’.
He truly understands: ‘These are defilements’ … ‘This is the origin of defilements’ … ‘This is the cessation of defilements’ … ‘This is the practice that leads to the cessation of defilements’.
Bagi ia yang mengetahui dan melihat demikian, pikirannya terbebas dari kekotoran batin keinginan indria, terbebas dari kekotoran batin keinginan untuk terlahir kembali, terbebas dari kekotoran batin ketidaktahuan.
Knowing and seeing like this, his mind is freed from the defilements of sensuality, desire to be reborn, and ignorance.
Ia memahami: ‘Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.’
He understands: ‘Rebirth is ended, the spiritual journey has been completed, what had to be done has been done, there is nothing further for this place.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 5.75 · Khotbah tentang Para Prajurit (1) | Tiga Keranjang