‹
AN 5.74

Dutiyadhammavihārīsutta

Dutiyadhammavihārīsutta

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.74

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan perbedaan antara aktivitas intelektual dan pemahaman mendalam. Mari kita simak bagaimana Buddha menjelaskan kriteria sejati menjadi 'penghuni Dhamma'.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Seorang bhikkhu bertanya kepada Buddha tentang makna sebenarnya dari 'penghuni Dhamma' (dhammavihārī). Buddha menjelaskan bahwa sekadar mempelajari, mengajarkan, melafalkan, atau merenungkan Dhamma tanpa memahami makna mendalamnya tidak cukup; seorang penghuni Dhamma sejati adalah yang memahami makna dengan kebijaksanaan. Sutta ditutup dengan ajakan untuk berlatih meditasi dengan tekun.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an5.74:1.1

Atha kho aññataro bhikkhu yena bhagavā tenupasaṅkami; upasaṅkamitvā bhagavantaṁ abhivādetvā ekamantaṁ nisīdi. Ekamantaṁ nisinno kho so bhikkhu bhagavantaṁ etadavoca:

Kemudian seorang bhikkhu mendatangi Bhagavā, setelah mendekat, memberi hormat kepada Bhagavā, lalu duduk di satu sisi. Sambil duduk di satu sisi, bhikkhu itu berkata kepada Bhagavā:

Then a mendicant went up to the Buddha, bowed, sat down to one side, and said to him:

an5.74:1.2

“‘dhammavihārī, dhammavihārī’ti, bhante, vuccati.

‘Yang disebut penghuni Dhamma, penghuni Dhamma,’ Yang Mulia, demikianlah dikatakan.

“Sir, they speak of ‘one who lives by the teaching’.

an5.74:1.3

Kittāvatā nu kho, bhante, bhikkhu dhammavihārī hotī”ti?

Sejauh apakah, Yang Mulia, seorang bhikkhu disebut penghuni Dhamma?”

How is a mendicant who lives by the teaching defined?”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.