Kathañca, bhikkhave, bhikkhu niraggaḷo hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu tanpa rintangan?
And how is a mendicant unimpeded?
Kebebasan Batin sebagai Buah (1)
Sutta ini mengajak kita merenungkan praktik-praktik meditasi yang mendalam dan bagaimana pencapaian kebebasan digambarkan dengan gambaran yang kuat. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang lima hal yang membawa pada kebebasan batin dan kebijaksanaan.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan lima praktik meditasi yang, jika dikembangkan dan dilatih, membawa pada kebebasan batin dan kebebasan melalui kebijaksanaan. Beliau kemudian menguraikan berbagai metafora untuk menggambarkan seorang bhikkhu yang telah mencapai kebebasan sempurna, seperti mengangkat palang, mengisi parit, mencabut tiang, tanpa rintangan, dan seorang mulia dengan panji diturunkan dan beban dilepaskan.
Kathañca, bhikkhave, bhikkhu niraggaḷo hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu tanpa rintangan?
And how is a mendicant unimpeded?
Idha, bhikkhave, bhikkhuno pañcorambhāgiyāni saṁyojanāni pahīnāni honti ucchinnamūlāni tālāvatthukatāni anabhāvaṅkatāni āyatiṁ anuppādadhammāni.
Di sini, para bhikkhu, lima belenggu yang lebih rendah dari seorang bhikkhu telah ditinggalkan, dipotong hingga ke akarnya, dijadikan seperti tunggul pohon palem, dimusnahkan, sehingga tidak mungkin muncul kembali di masa depan.
It’s when a mendicant has given up the five lower fetters, cut them off at the root, made them like a palm stump, obliterated them, so they’re unable to arise in the future.
Evaṁ kho, bhikkhave, bhikkhu niraggaḷo hoti.
Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu tidak terhalang.
That’s how a mendicant is unimpeded.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.