Katame pañca?
Apakah lima itu?
What five?
Kebebasan Batin sebagai Buah (1)
Sutta ini mengajak kita merenungkan praktik-praktik meditasi yang mendalam dan bagaimana pencapaian kebebasan digambarkan dengan gambaran yang kuat. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang lima hal yang membawa pada kebebasan batin dan kebijaksanaan.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan lima praktik meditasi yang, jika dikembangkan dan dilatih, membawa pada kebebasan batin dan kebebasan melalui kebijaksanaan. Beliau kemudian menguraikan berbagai metafora untuk menggambarkan seorang bhikkhu yang telah mencapai kebebasan sempurna, seperti mengangkat palang, mengisi parit, mencabut tiang, tanpa rintangan, dan seorang mulia dengan panji diturunkan dan beban dilepaskan.
Katame pañca?
Apakah lima itu?
What five?
Idha, bhikkhave, bhikkhu asubhānupassī kāye viharati, āhāre paṭikūlasaññī, sabbaloke anabhiratasaññī, sabbasaṅkhāresu aniccānupassī, maraṇasaññā kho panassa ajjhattaṁ sūpaṭṭhitā hoti.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam dengan merenungkan ketidak-menarikan pada tubuh, memiliki persepsi kejijikan pada makanan, memiliki persepsi ketidak-puasan terhadap seluruh dunia, merenungkan ketidak-kekalan pada segala bentukan, dan persepsi kematian tertanam baik di dalam dirinya.
A mendicant meditates observing the ugliness of the body, perceives the repulsiveness of food, perceives dissatisfaction with the whole world, observes the impermanence of all conditions, and has well established the perception of their own death.
Ime kho, bhikkhave, pañca dhammā bhāvitā bahulīkatā cetovimuttiphalā ca honti cetovimuttiphalānisaṁsā ca, paññāvimuttiphalā ca honti paññāvimuttiphalānisaṁsā ca.
Lima hal ini, para bhikkhu, ketika dikembangkan dan dilatih, memiliki kebebasan batin dan kebebasan melalui kebijaksanaan sebagai buahnya dan manfaatnya.
These five things, when developed and cultivated, have freedom of heart and freedom by wisdom as their fruit and benefit.
Yato kho, bhikkhave, bhikkhu cetovimutto ca hoti paññāvimutto ca hoti—
Ketika, para bhikkhu, seorang bhikkhu telah terbebaskan dalam batin dan terbebaskan melalui kebijaksanaan—
When a mendicant has freedom of heart and freedom by wisdom,
ayaṁ vuccati, bhikkhave, ‘bhikkhu ukkhittapaligho itipi, saṅkiṇṇaparikho itipi, abbūḷhesiko itipi, niraggaḷo itipi, ariyo pannaddhajo pannabhāro visaṁyutto itipi’.
ia disebut, para bhikkhu, ‘bhikkhu yang telah mengangkat palang’, ‘yang telah mengisi parit’, ‘yang telah mencabut tiang’, ‘yang tanpa rintangan’, dan juga ‘seorang mulia dengan panji diturunkan dan beban diturunkan, terlepas’.
such a mendicant is one who is called ‘one who has lifted the cross-bar’, ‘one who has filled in the moat’, ‘one who has pulled up the pillar’, ‘one who is unimpeded’, and also ‘a noble one with banner lowered and burden dropped, detached’.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.