Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 5.5
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan tentang keteguhan dalam latihan spiritual dan kualitas batin yang menopangnya. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha membingkai kritik dan pujian berdasarkan lima kualitas yang mendasar ini.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa seorang bhikkhu atau bhikkhunī yang melepaskan latihan dan kembali ke kehidupan awam layak menerima kritik berdasarkan lima alasan: kurangnya keyakinan, rasa malu, rasa takut akan akibat buruk, energi, dan kebijaksanaan dalam hal-hal yang bermanfaat. Sebaliknya, mereka yang menjalani kehidupan suci dengan penuh perjuangan, meskipun menghadapi penderitaan dan kesedihan, layak menerima pujian karena memiliki kelima kualitas tersebut.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an5.5:2.1 Any monk or nun who lives the full and pure spiritual life in pain and sadness, weeping, with tearful face, deserves praise on five legitimate grounds in this very life.
an5.5:2.3 ‘You had faith, conscience, prudence, energy, and wisdom regarding skillful qualities.’
an5.5:2.4 Any monk or nun who lives the full and pure spiritual life in pain and sadness, weeping, with tearful face, deserves praise on these five legitimate grounds in this very life.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 5.5 · Sikkhāsutta: Melepas Latihan | Tiga Keranjang