an5.5:1.1 “Mendicants, any monk or nun who resigns the training and returns to a lesser life deserves rebuttal and criticism on five legitimate grounds in this very life.
Sikkhāsutta: Melepas Latihan
Sutta ini mengajak kita merenungkan tentang keteguhan dalam latihan spiritual dan kualitas batin yang menopangnya. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha membingkai kritik dan pujian berdasarkan lima kualitas yang mendasar ini.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa seorang bhikkhu atau bhikkhunī yang melepaskan latihan dan kembali ke kehidupan awam layak menerima kritik berdasarkan lima alasan: kurangnya keyakinan, rasa malu, rasa takut akan akibat buruk, energi, dan kebijaksanaan dalam hal-hal yang bermanfaat. Sebaliknya, mereka yang menjalani kehidupan suci dengan penuh perjuangan, meskipun menghadapi penderitaan dan kesedihan, layak menerima pujian karena memiliki kelima kualitas tersebut.
an5.5:1.1 “Mendicants, any monk or nun who resigns the training and returns to a lesser life deserves rebuttal and criticism on five legitimate grounds in this very life.
an5.5:1.2 What five?
an5.5:1.3 ‘You had no faith, conscience, prudence, energy, or wisdom regarding skillful qualities.’
an5.5:1.4 Any monk or nun who resigns the training and returns to a lesser life deserves rebuttal and criticism on these five legitimate grounds in this very life.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.