Sallape asihatthena,
Engkau boleh berbincang dengan seseorang yang memegang pisau,
You might chat with someone who has knife in hand.
Sutta Ibu dan Anak
Sutta ini menyajikan sebuah kisah yang jujur tentang kerentanan manusia dan bahaya yang mengintai dalam hubungan dekat. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merespons peristiwa ini dan merenungkan nasihat-Nya yang tegas namun penuh belas kasih.
Sutta ini mengisahkan seorang ibu dan anaknya yang sama-sama menjadi bhikkhu dan bhikkhunī, tetapi karena sering bertemu, mereka menjadi akrab dan intim hingga akhirnya jatuh dalam hubungan seksual. Sang Buddha menegaskan bahaya nafsu terhadap lawan jenis, terutama melalui gambaran tentang betapa kuatnya daya tarik seorang wanita yang dapat menguasai pikiran pria. Beliau menekankan pentingnya memahami dan melampaui kenikmatan indria untuk mencapai kebebasan sejati.
Sallape asihatthena,
Engkau boleh berbincang dengan seseorang yang memegang pisau,
You might chat with someone who has knife in hand.
pisācenāpi sallape;
bahkan engkau boleh berbincang dengan hantu;
You might even chat with a goblin.
Āsīvisampi āsīde,
engkau boleh duduk dekat ular berbisa,
You might sit close by a viper,
yena daṭṭho na jīvati;
yang gigitannya merenggut nyawamu;
whose bite would take your life.
Na tveva eko ekāya,
tetapi jangan sekali-kali engkau berbincang
But never should you chat
mātugāmena sallape.
berdua-duaan dengan seorang wanita.
one on one with a lady.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.