Ye ca kāme pariññāya,
Tetapi mereka yang sepenuhnya memahami kenikmatan indria
But those who fully understand sensual pleasures
Sutta Ibu dan Anak
Sutta ini menyajikan sebuah kisah yang jujur tentang kerentanan manusia dan bahaya yang mengintai dalam hubungan dekat. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merespons peristiwa ini dan merenungkan nasihat-Nya yang tegas namun penuh belas kasih.
Sutta ini mengisahkan seorang ibu dan anaknya yang sama-sama menjadi bhikkhu dan bhikkhunī, tetapi karena sering bertemu, mereka menjadi akrab dan intim hingga akhirnya jatuh dalam hubungan seksual. Sang Buddha menegaskan bahaya nafsu terhadap lawan jenis, terutama melalui gambaran tentang betapa kuatnya daya tarik seorang wanita yang dapat menguasai pikiran pria. Beliau menekankan pentingnya memahami dan melampaui kenikmatan indria untuk mencapai kebebasan sejati.
Ye ca kāme pariññāya,
Tetapi mereka yang sepenuhnya memahami kenikmatan indria
But those who fully understand sensual pleasures
caranti akutobhayā;
hidup tanpa takut dari arah mana pun.
live fearing nothing from any quarter.
Te ve pāraṅgatā loke,
Merekalah yang telah menyeberang di dunia ini,
They are those in the world who’ve crossed over,
ye pattā āsavakkhayan”ti.
setelah mencapai akhir kekotoran batin.”
having reached the ending of defilements.”
Pañcamaṁ.
Kelima.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.