an5.4:1.1 “Pañcahi, bhikkhave, dhammehi samannāgato bhikkhu yathābhataṁ nikkhitto evaṁ niraye.
Yathābhatasutta: Ditempatkan Sesuai Perbuatan
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kualitas batin sehari-hari—baik atau buruk—bukan sekadar sifat pribadi, melainkan penentu arah kehidupan. Mari kita simak dengan tenang bagaimana Sang Buddha merangkumnya dalam lima poin yang sederhana namun dalam.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa seorang bhikkhu yang memiliki lima kualitas buruk—tidak berkeyakinan, tidak memiliki rasa malu, tidak takut akibat perbuatan salah, malas, dan tidak bijaksana—akan ditempatkan di neraka, bagaikan dibawa ke sana. Sebaliknya, bhikkhu yang memiliki lima kualitas baik—berkeyakinan, memiliki rasa malu, takut akibat perbuatan salah, bersemangat, dan bijaksana—akan ditempatkan di surga, bagaikan dibawa ke sana. Sutta ini menegaskan hukum karma dalam konteks kehidupan monastik.
an5.4:1.1 “Pañcahi, bhikkhave, dhammehi samannāgato bhikkhu yathābhataṁ nikkhitto evaṁ niraye.
an5.4:1.2 Katamehi pañcahi?
an5.4:1.3 Idha, bhikkhave, bhikkhu assaddho hoti, ahiriko hoti, anottappī hoti, kusīto hoti, duppañño hoti.
an5.4:1.4 Imehi kho, bhikkhave, pañcahi dhammehi samannāgato bhikkhu yathābhataṁ nikkhitto evaṁ niraye.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.