an5.48:8.1 When an astute person doesn’t waver <j>in the face of adversity,
an5.48:8.2 as they’re able to evaluate what’s beneficial,
an5.48:8.3 their enemies suffer,
an5.48:8.4 seeing that their normal expression doesn’t change.
Hal-Hal yang Tidak Dapat Diperoleh
Sutta ini mengajak kita merenungkan kenyataan hidup yang tak terelakkan. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha membedakan dua cara menyikapi kehilangan dan perubahan, serta pelajaran berharga tentang kebijaksanaan dalam menghadapi cobaan.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajarkan tentang lima hal yang tidak dapat diperoleh oleh siapa pun di dunia: tidak menjadi tua, tidak sakit, tidak mati, tidak hancur, dan tidak musnah. Beliau membedakan antara orang awam yang tidak terpelajar, yang bersedih dan menyiksa diri ketika menghadapi hal-hal tersebut, dengan siswa mulia yang terpelajar, yang merenungkan sifat universal dari fenomena ini dan tidak bersedih, sehingga terbebas dari anak panah kesedihan.
an5.48:8.1 When an astute person doesn’t waver <j>in the face of adversity,
an5.48:8.2 as they’re able to evaluate what’s beneficial,
an5.48:8.3 their enemies suffer,
an5.48:8.4 seeing that their normal expression doesn’t change.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.