Katamañca, bhikkhave, saddhādhanaṁ?
Dan apakah, para bhikkhu, kekayaan keyakinan itu?
And what is the wealth of faith?
Kekayaan
Sutta ini mengajak kita merenungkan kembali makna kekayaan. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang lima harta batin yang tak ternilai ini.
Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu tentang lima jenis kekayaan sejati yang dimiliki oleh seorang siswa mulia: kekayaan keyakinan, moralitas, pembelajaran, kedermawanan, dan kebijaksanaan. Setiap jenis kekayaan diuraikan secara ringkas, menekankan bahwa kekayaan batiniah ini adalah milik yang tidak dapat dirampas dan menjadi landasan kehidupan yang bermakna.
Katamañca, bhikkhave, saddhādhanaṁ?
Dan apakah, para bhikkhu, kekayaan keyakinan itu?
And what is the wealth of faith?
Idha, bhikkhave, ariyasāvako saddho hoti, saddahati tathāgatassa bodhiṁ:
Di sini, para bhikkhu, seorang siswa mulia memiliki keyakinan, ia berkeyakinan pada pencerahan Sang Tathāgata:
It’s when a noble disciple has faith in the Realized One’s awakening:
‘itipi so bhagavā …pe… satthā devamanussānaṁ buddho bhagavā’ti.
‘Sungguh, Sang Bhagavā adalah seorang yang sempurna, telah tercerahkan sepenuhnya, sempurna dalam pengetahuan dan perilaku, sempurna menempuh jalan, pengenal seluruh dunia, pemimpin tiada tara bagi makhluk yang perlu dilatih, guru para deva dan manusia, yang telah terbangun, yang termulia.’
‘That Blessed One is perfected, a fully awakened Buddha, accomplished in knowledge and conduct, holy, knower of the world, supreme guide for those fit for training, teacher of gods and humans, awakened, blessed.’
Idaṁ vuccati, bhikkhave, saddhādhanaṁ.
Ini, para bhikkhu, disebut kekayaan keyakinan.
This is called the wealth of faith.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.